Pasuruan – Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus berkomitmen meningkatkan kompetensi aparatur dalam mendukung penyelenggaraan pekerjaan konstruksi yang aman, berkualitas, dan memenuhi ketentuan keselamatan konstruksi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sertifikasi Kompetensi Kerja Supervisor K3 Konstruksi Jenjang 5 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan ini diikuti oleh ASN dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi di Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Pasuruan, Drs. Syaifuddin Ahmad, M.Si. Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa aspek keselamatan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap proses pembangunan.
Penyelenggaraan pekerjaan konstruksi, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada terwujudnya infrastruktur yang berkualitas, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan.
“Keselamatan konstruksi merupakan bagian penting dalam setiap pelaksanaan pembangunan. Karena itu, peningkatan kompetensi ASN yang terlibat dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi menjadi sangat penting agar setiap proses pembangunan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.”
Melalui kegiatan Bimtek dan sertifikasi ini, peserta mendapatkan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan keselamatan konstruksi sekaligus mengikuti proses sertifikasi kompetensi kerja untuk mendapatkan pengakuan kompetensi sebagai Supervisor K3 Konstruksi Jenjang 5.

Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek penting dalam keselamatan konstruksi, antara lain keselamatan dan kesehatan kerja, identifikasi bahaya dan penilaian risiko, pengendalian risiko pekerjaan, penerapan sistem manajemen keselamatan konstruksi, serta tugas dan tanggung jawab Supervisor K3 dalam menciptakan lingkungan kerja konstruksi yang aman.
Keikutsertaan ASN dari berbagai OPD diharapkan dapat membangun kesamaan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan konstruksi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Penerapan keselamatan konstruksi tidak hanya menjadi tanggung jawab penyedia jasa, tetapi perlu diperhatikan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pekerjaan konstruksi.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi ASN di bidang keselamatan konstruksi merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas pembangunan infrastruktur daerah.
ASN yang memiliki kompetensi Supervisor K3 diharapkan mampu berperan dalam memperkuat penerapan budaya keselamatan konstruksi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Kompetensi tersebut diharapkan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dapat diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan.
Dengan adanya kegiatan Bimtek dan sertifikasi kompetensi ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap semakin banyak aparatur yang memiliki kompetensi dan pemahaman yang kuat dalam penerapan keselamatan konstruksi.
Keberadaan aparatur yang kompeten di lingkungan OPD penyelenggara pekerjaan konstruksi diharapkan dapat memperkuat fungsi pengawasan, mengurangi potensi kecelakaan kerja, serta mendorong pelaksanaan pembangunan yang lebih efektif, efisien, berkualitas, dan berkeselamatan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam meningkatkan profesionalisme aparatur dan memperkuat budaya keselamatan konstruksi dalam setiap penyelenggaraan pembangunan infrastruktur daerah.
Pembangunan yang berkualitas bukan hanya tentang terwujudnya infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana pembangunan tersebut dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan, kompetensi, kualitas, dan keberlanjutan.



